Sejarah Gedung Kantor Pos Merdeka: Rebutan Belanda dan Jepang

TempatDiperbarui

Kantor Pos Merdeka Palembang dibangun 1928, pernah direbut Belanda dan Jepang. Kenali sejarah gedung komunikasi kolonial di Jalan Merdeka.

Balai Kota Palembang dengan Watertorn 1928 di depannya

Gedung Kantor Pos Merdeka berdiri di Jalan Merdeka sejak 1928. Bangunan ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda dengan atap kubah yang mirip dengan kantor pos dan telekomunikasi di kota-kota lain di Nusantara. Tapi yang membuatnya berbeda: gedung ini pernah menjadi rebutan antara Belanda dan Jepang.

Hari ini, gedung ini masih berdiri kokoh di Jalan Merdeka, menjadi saksi bisu perubahan teknologi komunikasi dari surat, telegram, hingga telepon. Dulu satu atap untuk pos, telegram, dan telepon — kini menjadi kantor pos modern.

Balai Kota Palembang dengan Watertorn 1928 di depannya
Balai Kota Palembang dengan Watertorn 1928 di depannya. Foto: Unknown author / Spaarnestad Photo Collection, CC0.

Ada sebuah bangunan di Jalan Merdeka yang dua kali menjadi rebutan dua negara. Bukan karena emas — tapi karena kabel telegram dan peralatan telepon. Saat Jepang masuk 1942, gedung ini jadi simpul jaringan PTT. Saat Belanda kembali 1945, semua peralatannya dihancurkan agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Bangunan itu tetap berdiri, dan masih jadi kantor pos sampai sekarang.

Bagaimana surat dikirim sebelum ada telepon?

Kantor pos pertama di Nusantara didirikan pada 1746 oleh Gubernur Jenderal G.W. Baron Van Imhoff di Batavia. Tujuannya sederhana: menjamin keamanan surat pos. Di Palembang, kantor pos baru dibangun pada 1928, saat kota sudah menjadi pusat administrasi kolonial di Sumatera.

Pada awal pendiriannya, gedung ini menjadi pelayanan satu atap: pos, telegram, dan telepon dalam satu kantor. Bentuk atap kubahnya tidak sembarangan — itu adalah ciri khas gedung pos dan telekomunikasi pada masa itu, yang bisa ditemukan di berbagai kota di Hindia Belanda.

Rebutan Belanda dan Jepang

Saat tentara Jepang masuk ke Sumatera pada 1942, organisasi Pos Telegrap dan Telepon (PTT) dibentuk dan dipusatkan di Singapura dengan nama Shonan (Ghunseikanbu). Kantor Pos Merdeka menjadi bagian dari jaringan ini.

Tapi ketika Belanda kembali berusaha merebut kembali kekuasaan dari Jepang, mereka tidak ragu menghancurkan semua peralatan di Kantor Pos. Perang merebut organisasi PTT terjadi tepat di gedung yang kini kita lihat ini.

Versi yang dipercaya orang: kantor pos pertama di Indonesia ada di Palembang

Banyak warga Palembang percaya kantor pos di Jalan Merdeka adalah kantor pos pertama di Indonesia. Klaim itu terdengar masuk akal karena Palembang kota tertua di Nusantara, tapi tidak ada arsip yang mendukung. Kantor pos pertama di Nusantara didirikan Gubernur Jenderal Van Imhoff di Batavia, 1746 — 149 tahun sebelum gedung Jalan Merdeka dibangun tahun 1928.

Yang benar-benar bisa dibuktikan: Kantor Pos Merdeka dibangun 1928 pada era satu atap PTT (pos, telegram, telepon). Ciri khas atap kubahnya mengikuti pola bangunan PTT di kota-kota Hindia Belanda, dan gedung kembarnya, Gedung Telkom, berdiri di sebelahnya.

Jadi kebanggaan yang tepat bagi Palembang bukan “yang pertama”, tapi ini: salah satu dari sedikit gedung PTT masa kolonial yang masih berfungsi sampai sekarang. Itu bukti nyata, tidak butuh klaim.

Fun fact: gedung kembar di sebelahnya

Kalau diperhatikan, Gedung Kantor Pos Merdeka memiliki kemiripan dengan bangunan di sebelahnya — Gedung Telkom. Keduanya sama-sama peninggalan kolonial dengan atap kubah, dibangun pada masa yang hampir bersamaan. Dulu memang dirancang untuk saling melengkapi sebagai pusat komunikasi.

Dari pos ke era digital

Setelah Indonesia merdeka, sesuai Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 1966, Kementerian Pos dan Telekomunikasi diubah menjadi Departemen Pos dan Telekomunikasi. Gedung ini tetap berfungsi sebagai kantor pos, meski fungsinya kini jauh berbeda dari zaman surat dan telegram.

Kantor Pos Merdeka hari ini

Saat ini, Gedung Kantor Pos Merdeka masih berdiri di Jalan Merdeka, di antara Balai Kota dan Benteng Kuto Besak. Bangunan ini adalah pengingat bahwa komunikasi dulu ditulis di atas kertas, dikirim melalui pos, dan menunggu berhari-hari. Baca juga kisah Jalan Merdeka dan Jalan Sekanak.

Sumber

  1. sumeks.disway.id. Ternyata, Gedung Kantor Pos Palembang Pernah Diperebutkan Belanda dan Jepang; posindonesian.blogspot.com. Sejarah Kantor Pos Besar Merdeka Palembang; detik.com. Menyusuri Peninggalan Kolonial Belanda di Palembang

Cara mengutip

PalembangPedia. (2026, 16 Oktober). Sejarah Gedung Kantor Pos Merdeka: Rebutan Belanda dan Jepang. Diakses [tanggal akses], dari https://palembangpedia.com/tempat/sejarah-kantor-pos-merdeka/

Terakhir diperbarui 16 Oktober 2026. Melihat kesalahan? Laporkan ke editor.

Jelajahi juga