Sejarah Gedung Jacobson van den Berg: Saksi Bisu Perdagangan Kolonial

TempatDiperbarui

Gedung Jacobson van den Berg Palembang adalah bekas perusahaan dagang Belanda. Kenali sejarah The Big Five di tepi Sungai Sekanak.

Gedung Jacobson van den Berg & Co, bangunan kuning peninggalan kolonial di Palembang

Gedung Jacobson van den Berg & Co adalah saksi bisu kejayaan perdagangan internasional di Palembang. Gedung bercat kuning dengan atap genteng ini berdiri di pertigaan Jalan Depaten Baru No. 32, di tepi Sungai Sekanak. Nama lengkapnya — NV Jacobson van den Berg & Co — terukir jelas di atas pintu masuk, dan itu adalah satu-satunya bukti yang tersisa dari kejayaan perusahaan dagang Belanda ini.

Hari ini, gedung ini kosong dan tidak digunakan. Tapi nilai sejarahnya tidak diragukan lagi: ia adalah salah satu dari lima perusahaan dagang terbesar (The Big Five) milik Kerajaan Belanda.

Gedung Jacobson van den Berg di Jalan Depaten Baru Palembang
Gedung Jacobson van den Berg & Co, Palembang. Foto: Firzafp / Wikimedia Commons, CC BY 4.0.

The Big Five dari Belanda

NV Jacobson van den Berg & Co didirikan pada 1 Juni 1860 di Amsterdam. Perusahaan ini adalah salah satu dari lima perusahaan dagang terbesar yang dimiliki Kerajaan Belanda — dijuluki “The Big Five”. Kantor cabangnya tersebar di berbagai kota strategis di Hindia Belanda, termasuk Palembang.

Di Palembang, gedung ini digunakan sebagai kantor dan gudang. Letaknya strategis: di tepi Sungai Sekanak, dekat dengan jalur perdagangan air yang menghubungkan pedalaman dengan muara Sungai Musi. Dari sini, komoditas seperti karet, kopra, dan hasil hutan diangkut keluar melalui Sungai Musi.

Dinasionalisasi dan Dharma Niaga

Setelah Indonesia merdeka, perusahaan dagang Belanda dinasionalisasi. NV Jacobson van den Berg & Co kemudian berganti nama menjadi Dharma Niaga di bawah pengelolaan negara. Pada 1950-an, gedung ini masih digunakan dengan fungsi kantor perdagangan.

Namun seiring waktu, gedung ini kehilangan fungsinya. Saat ini, bangunan bercat kuning ini berdiri kosong di pertigaan Jalan Depaten Baru — menjadi pengingat akan era ketika Palembang adalah pusat perdagangan internasional.

Fun fact: nama di atas pintu

Tahun pasti berdirinya Gedung Jacobson belum diketahui. Tapi ada satu bukti yang tidak bisa disangkal: ukiran nama NV Jacobson van den Berg di atas pintu masuk bangunan. Ukiran ini adalah satu-satunya penanda asal-usul gedung yang bertahan, karena tidak ada dokumen resmi yang menyebutkan tahun pembangunannya.

Gedung yang layak dicagar

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang merekomendasikan Gedung Jacobson van den Berg sebagai bangunan yang layak berstatus cagar budaya. Bangunan ini memiliki nilai sejarah sebagai bukti fasilitas perdagangan di kawasan Sekanak pada masa kolonial, dari tahun 1920 sampai 1950-an.

Gedung Jacobson van den Berg & Co. di Bukit Kecil, Palembang
Gedung Jacobson van den Berg & Co. di Bukit Kecil, Palembang. Foto: Firzafp / Wikimedia Commons, CC BY 4.0.

Jacobson hari ini

Saat ini, Gedung Jacobson van den Berg berdiri kosong di Jalan Depaten Baru, di dekat pertigaan dengan Jalan Sekanak. Warna kuningnya memudar, gentengnya menua, tapi ukiran nama di atas pintu masih terbaca. Gedung ini menunggu untuk dipulihkan — sebagai saksi bisu kejayaan perdagangan Palembang yang terlupakan. Baca juga kisah Jalan Sekanak dan Jalan Merdeka.

Sumber

  1. tempo.co. 4 Gedung dari Zaman Hindia Belanda di Palembang yang Direkomendasikan sebagai Cagar Budaya; detik.com. 10 Bangunan Bersejarah Palembang; repository.unsri.ac.id. Desain Pusat Pengembangan Cagar Budaya Kota Palembang

Cara mengutip

palembangpedia.com. (2026, 16 Oktober). Sejarah Gedung Jacobson van den Berg: Saksi Bisu Perdagangan Kolonial. Diakses [tanggal akses], dari https://palembangpedia.com/tempat/sejarah-gedung-jacobson-van-den-berg/

Terakhir diperbarui 16 Oktober 2026. Melihat kesalahan? Laporkan ke editor.

Jelajahi juga