
Di Talang Semut, di antara Jalan Merdeka dan Diponegoro, ada danau kota yang dikelilingi jogging track. Pagi hari orang berlari, sore hari keluarga naik perahu bebek, malam hari lampu memantul di air. Namanya Kambang Iwak — secara harfiah berarti kolam ikan.
Dulu kolam ini bukan taman umum. Ia adalah kolam rekreasi keluarga Kesultanan Palembang, bagian dari lanskap Talang Semut yang dibangun sebagai kawasan pemukiman bangsawan dekat Musi.
Dari kolam keluarga sultan ke taman kota
Kambang Iwak terbagi dua di masa lalu: Kambang Iwak Besak dan Kambang Iwak Kecik. Keduanya berfungsi sebagai kolam dan waduk kecil di kawasan Talang Semut. Peta Gemeente Palembang era 1920-an masih menandai kawasan ini sebagai area hijau di pusat kota.
Setelah Kesultanan berakhir, kolam tetap dipertahankan dan kemudian ditata sebagai taman kota. Kambang Iwak Kecik kini lebih banyak tertutup pembangunan, sementara Kambang Iwak Besak yang bertahan sebagai taman yang kamu kunjungi hari ini — danau luas dengan pulau kecil dan jembatan di tengahnya.
Apa yang ada di sini
- Danau buatan — pusat taman, bisa dikelilingi dengan jalan kaki sekitar 1 km.
- Jogging track & gazebo — paling ramai 06.00–08.00 dan 16.30–18.00, banyak komunitas lari.
- Perahu bebek — sewa 15–20 menit, cocok untuk anak. Danau tenang, kedalaman bervariasi.
- Kuliner tepian — pempek, tekwan, es kacang merah, dan kopi di sekitar Jl. Tasik.
Tips berkunjung
- Jam terbaik: pagi atau sore untuk hindari panas. Siang hari terik karena minim pohon tinggi di tepi danau.
- Parkir: di Jl. Tasik. Akhir pekan penuh — datang lebih pagi.
- Etika: jangan beri makan ikan berlebihan, jaga sampah, awasi anak di dekat air.
Sekitar Kambang Iwak
Radius 10 menit jalan: Jalan Merdeka, Jalan Diponegoro, Gereja Siloam, dan Jembatan Ampera (15 menit dengan ojek). Cocok sebagai jeda setelah keliling kawasan Talang Semut.



