Jalan Diponegoro adalah salah satu jalan tua di Palembang yang namanya dulu berbeda. Pada masa kolonial, jalan ini bernama Jalan Wilhelmina. Ia berada di jantung kawasan Talang Semut — pemukiman pejabat Belanda yang kini menjadi kawasan bersejarah dengan bangunan-bangunan berusia lebih dari 50 tahun.
Hari ini, Jalan Diponegoro diapit oleh bangunan-bangunan kolonial yang masih berdiri, termasuk eks Museum Tekstil yang menjadi salah satu ikon pelestarian bangunan tua di Palembang.

Talang Semut: pemukiman pejabat kolonial
Kawasan Talang Semut adalah lingkungan permukiman kolonial di pusat Kota Palembang. Di sinilah pejabat-pejabat Belanda tinggal pada masa Hindia Belanda. Sekitar jalan ini — Diponegoro, Kyai Haji Ahmad Dahlan, Ratna, Hang Tuah, Kartini, Gadjah Mada — berdiri rumah-rumah dinas dan bangunan pemerintahan yang kini berusia lebih dari 50 tahun dan masuk kategori cagar budaya.
Dari Jalan Wilhelmina ke Jalan Diponegoro
Rumah dinas Wali Kota Palembang didirikan tepat di titik pertemuan antara dua jalan baru pada masa kolonial: Jalan Willems dan Jalan Wilhelmina. Kedua jalan itu sekarang bernama Jalan Supeno dan Jalan Diponegoro. Perubahan nama ini terjadi setelah Indonesia merdeka, mengikuti pola pergantian nama jalan kolonial dengan nama pahlawan atau tokoh nasional.
Eks Museum Tekstil: bangunan yang menunggu
Di ujung barat Jalan Merdeka, masuk ke kawasan Talang Semut, berdiri bangunan eks Museum Tekstil. Bangunan ini menghadap ke selatan dan diapit oleh Jalan Dokter Wahidin dan Jalan Diponegoro. Pada 1922, jalan-jalan di sekitarnya belum ada — apalagi bangunannya. Kini bangunan ini menjadi sorotan karena nilai sejarahnya yang tinggi dan kondisinya yang memprihatinkan.
Fun fact: jalan yang belum ada tahun 1922
Pada tahun 1922, Jalan Diponegoro dan Jalan Dokter Wahidin belum ada. Kawasan Talang Semut masih berupa permukiman yang lebih alami. Baru setelah itu jalan-jalan ini dibangun, dan rumah dinas Wali Kota berdiri di perempatan mereka. Bayangkan: jalan yang kini ramai kendaraan ini lebih muda dari bangunan-bangunan yang diapitnya.
Kawasan yang harus dilestarikan
Kawasan Talang Semut — termasuk Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, Jalan Ratna, Jalan Hang Tuah, dan sekitarnya — termasuk kategori kawasan dengan usia bangunan di atas 50 tahun. Bangunan-bangunan di sini memiliki nilai sejarah bagi bangsa, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.
Jalan Diponegoro hari ini
Saat ini, Jalan Diponegoro adalah salah satu jalan tua yang masih berfungsi di pusat kota Palembang. Di sepanjangnya berdiri rumah-rumah kolonial, eks Museum Tekstil, dan berbagai bangunan bersejarah lainnya. Baca juga kisah Jalan Merdeka dan Jalan Jenderal Sudirman.


