
Jika kamu menyeberang Ampera ke Seberang Ulu dan terus ke selatan sekitar 7 km, lanskap berubah: rawa yang dulu tergenang musiman kini menjadi kompleks olahraga seluas 325 hektare. Namanya Jakabaring Sport City (JSC).
Bagi warga Palembang, Jakabaring adalah bukti bagaimana kota mengubah lahan marginal menjadi ruang publik dan venue internasional — dari PON 2004, SEA Games 2011, sampai Asian Games 2018.
Dari rawa Lebak ke kota olahraga
Sebelum ditata, kawasan ini dikenal sebagai Lebak Jakabaring — rawa dan sawah pasang surut yang tergenang saat Musi naik. Pada 1990-an mulai ada penataan, lalu percepatan besar untuk PON XVI 2004 yang dipusatkan di Palembang. Stadion utama Gelora Sriwijaya (dulu Jakabaring Stadium) dibangun sebagai pusatnya.
Peran Jakabaring menguat saat SEA Games 2011 (Palembang–Jakarta) dan Asian Games 2018 (Jakarta–Palembang). Sejumlah venue baru ditambah: Stadion Akuatik, Jakabaring Lake untuk dayung dan kano, lapangan tembak, dan wisma atlet yang kini dipakai sebagai penginapan.
Apa yang bisa dilakukan
- Jogging & sepeda keliling danau — Jakabaring Lake melingkar sekitar 2 km, ada rental sepeda di tepi danau.
- Lihat Stadion Gelora Sriwijaya — kapasitas sekitar 23.000 penonton, bisa foto di luar pagar saat tidak ada event. Saat event, ikuti aturan panitia.
- Danau & kuliner — sore hari banyak penjual pempek, es, dan kopi di tepi danau. Sunset di atas danau adalah jam foto terbaik (17.30–18.15).
- Naik LRT — Stasiun Jakabaring berada tepat di depan gerbang JSC, jadi bisa bolak-balik Ampera–Jakabaring tanpa macet.
Tips berkunjung
- Jam terbaik: 06.00–09.00 atau 16.00–18.00. Siang terik karena kawasan terbuka.
- Event: cek jadwal Dispora Sumsel / JSC. Saat Asian Games atau konser, kawasan padat dan parkir terbatas.
- Bawa topi & air minum — jarak antar venue jauh, butuh jalan kaki.
Sekitar Jakabaring
Dekat JSC: Jembatan Ampera (15 menit LRT), Pulau Kemaro (hilir Musi, akses perahu dari BKB), dan kuliner Seberang Ulu. Cocok digabung dalam trip Seberang Ulu sehari.



