GPIB Jemaat Immanuel Palembang dikenal luas dengan sebutan Gereja Ayam. Sejarahnya perlu dibaca dengan membedakan tiga hal: awal pelayanan Protestan, terbentuknya persekutuan jemaat, dan berdirinya GPIB sebagai lembaga.
Sumber internal jemaat mencatat rangkaian pelayanan Protestan di Palembang sejak abad ke-19. Ds. Heinrich Julius Berger disebut sebagai pelopor pelayanan pada 1836–1838, sedangkan persekutuan Protestan pada 1848 dikaitkan dengan Ds. Barends Johannes Ovink. GPIB sendiri berdiri pada 31 Oktober 1948.
Perbedaan tahun bukan kesalahan yang harus dihapus. Tahun 1836 menunjuk awal pelayanan, 1848 menunjuk perkembangan persekutuan, dan 1948 menunjuk lahirnya GPIB sebagai gereja. Pemisahan ini membantu pembaca memahami bahwa sejarah gereja tidak selalu dimulai pada saat lembaga modern memakai nama yang sekarang.
Immanuel tetap menjadi jemaat aktif dan bagian dari jaringan GPIB. Nilai sejarahnya terletak pada kesinambungan komunitas Protestan di Palembang, bukan hanya pada bentuk bangunan atau nama populer Gereja Ayam.
Sumber: https://sites.google.com/gpib.or.id/warta-jemaat/profil-sejarah ; https://gpib.or.id/direktori-gereja/ ; https://repository.unsri.ac.id/50997/3/RAMA_87201_06041381520042_00220087602_0009098702_01_front_ref.pdf




