Ekonomi Sungai Musi: Dari Hulu ke Hilir

EntriDiperbarui

Bagaimana Sungai Musi menghubungkan kebun dan hutan di hulu dengan pelabuhan Palembang, dari lada di masa Kesultanan sampai karet dan kopi di masa kolonial.

Gudang pasar dan perahu dagang di tepi Sungai Musi Palembang, foto arsip kolonial

Sebelum truk dan jalan tol, barang di Sumatera Selatan bepergian dengan cara yang lebih tenang: mengikuti arus. Lada, hasil hutan, dan kemudian karet serta kopi turun dari pedalaman melalui anak-anak sungai menuju Palembang. Di hilir, barang-barang itu berpindah ke kapal yang lebih besar dan berlayar lebih jauh. Sungai Musi bukan pemandangan. Ia adalah infrastruktur ekonomi.

Ulu dan ilir

Gudang pasar dan perahu dagang di tepi Sungai Musi Palembang, foto arsip kolonial
Gudang pasar dan perahu dagang di tepi Sungai Musi, Palembang — foto arsip kolonial awal abad 20, Wereldmuseum Amsterdam, CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons. Deretan perahu kajang di los pasar tepi Musi.

Hubungan ulu dan ilir adalah kunci ekonomi Palembang. Ulu, wilayah hulu, menghasilkan barang. Ilir, wilayah hilir dengan Palembang sebagai pusatnya, mengumpulkan, menimbang, dan meneruskannya. Pada masa Kesultanan, lada menjadi komoditas yang paling diincar, sampai-sampai perebutan monopolinya berujung pada serangan VOC tahun 1659.

Pada masa kolonial dan sesudahnya, karet dan kopi menjadi komoditas penting. Perkebunan mengubah lahan, tenaga kerja, harga, dan hubungan antara petani dan pedagang. Harga di pasar dunia bisa mengubah nasib kampung yang jauh dari pelabuhan. Peluang dan risiko datang bersamaan.

Perahu tradisional Palembang beratap kajang di Sungai Musi, 1926
Perahu tradisional Palembang (prauw) beratap kajang di Sungai Musi, 1926 — foto: KITLV 28866, CC BY 4.0 via Wikimedia Commons. Kemudi di buritan dikendalikan dari haluan dengan tali rotan.

Siapa yang menggerakkan barang?

Komoditas tidak bergerak sendiri. Di belakangnya ada petani, pemilik kebun, pengumpul, pemilik perahu, buruh bongkar, pedagang kota, dan pembeli di pelabuhan. Mereka membutuhkan pengetahuan tentang arus, kedalaman, musim hujan, dan keamanan jalur. Pengetahuan masyarakat sungai itu adalah bagian dari sejarah ekonomi, bukan sekadar kebiasaan teknis.

Dalam percakapan tentang perdagangan sungai muncul istilah rakit tumpahan untuk cara mengumpulkan dan memindahkan barang lewat air. Praktiknya berbeda menurut tempat dan waktu, sehingga istilah ini masih perlu diverifikasi menurut wilayah dan generasi penuturnya.

Ketika jalan mengambil alih

Jalan, pelabuhan, dan kendaraan bermotor menggeser sebagian peran sungai. Kisah Sungai Tengkuruk yang ditimbun menjadi jalan pada 1928 sampai 1930 adalah contoh perubahan itu. Namun Musi tetap penting sebagai jalur angkutan, ruang kerja, dan identitas.

Pencemaran mengancam semua itu sekaligus: ekonomi, kesehatan, dan kebudayaan. Menjaga kualitas air adalah bagian dari menjaga sejarah.

Untuk melihat ke mana barang-barang dari hulu bermuara, kunjungi kisah Pasar 16 Ilir.

Sumber

  1. Febrian dan Hasan (2015). Perkembangan Permukiman Masyarakat Tionghoa di Palembang Pasca Kesultanan Palembang. Criksetra. https://jc.ejournal.unsri.ac.id/index.php/criksetra/article/download/142/55/666; Journal of History Education: Peranan Sungai Musi dalam Pembangunan Ekonomi. Historis, Universitas Muhammadiyah Mataram. https://journal.ummat.ac.id/index.php/historis/article/download/%2329878/pdf_1; Wahyudi & Suaedy (2022) dan Irwanto et al. (2018) tentang perdagangan lada, karet dan kopi via Sungai Musi — dirangkum dalam artikel Historis tersebut; Lembaran Sejarah UGM: Ampera dan Perubahan Orientasi Ruang Perdagangan Kota Palembang (tentang pasar terapung dan karet 1900-1912). https://journal.ugm.ac.id/lembaran-sejarah/article/download/23768/15649

Cara mengutip

palembangpedia.com. (2026, 17 Oktober). Ekonomi Sungai Musi: Dari Hulu ke Hilir. Diakses [tanggal akses], dari https://palembangpedia.com/entri/ekonomi-sungai-musi-palembang/

Terakhir diperbarui 17 Oktober 2026. Melihat kesalahan? Laporkan ke editor.

Jelajahi juga

Pemandangan Sungai Musi dengan rumah panggung di tepian

Entri · Sejarah

Sungai Musi: Kota yang Dibentuk oleh Air

Palembang bukan kota yang kebetulan punya sungai. Ia kota yang dibentuk oleh sungai, sampai-sampai salah satu jalan utamanya dulu adalah aliran air.

Masa Sriwijaya sampai kini

Rumah rakit mengapung di Sungai Musi Palembang

Entri · Sungai dan Lingkungan

Rumah Rakit: Ketika Pendatang Tinggal di Atas Sungai

Rumah rakit Palembang: rumah terapung di Sungai Musi, aturan masa Kesultanan bagi pendatang, perubahan setelah masa kolonial, dan tantangan pelestariannya.

Masa Kesultanan sampai kini