Banyak pendatang mengira mie celor adalah “mi telur” yang diucapkan dengan logat Palembang. Masuk akal, karena di atas mi memang ada separuh telur rebus. Tetapi tebakan itu keliru. Dalam bahasa Palembang, celor berarti dicelup-celupkan (Tempo). Nama makanan ini merekam cara membuatnya, bukan isinya.
Di kedai-kedai lama, cara itu masih bisa ditonton. Segenggam mi kuning dan tauge dimasukkan ke wadah aluminium bergagang panjang, lalu dicelup berkali-kali ke dandang berisi kuah mendidih sampai matang. Setelah itu mi dipindahkan ke mangkuk dan disiram kuah kental berwarna krem (detikFood).
Kuah santan yang beraroma udang
Ciri utama mie celor ada pada kuahnya: santan kental dengan kaldu ebi atau udang. Mi kuning yang tebal menyerap kuah itu, sementara tauge memberi kesegaran dan sedikit renyah. Di atasnya diletakkan telur rebus, lalu ditaburi kucai atau bawang goreng (Indonesia Kaya).
Menurut Tempo, kuahnya juga diberi tepung kanji agar mengental, dan isiannya bisa termasuk udang serta suwiran ayam. Hasilnya hidangan yang gurih, sedikit manis, dan cukup mengenyangkan untuk memulai hari.

Sarapan dan buka puasa
Mie celor dikenal sebagai menu sarapan warga Palembang, seperti dicatat Indonesia Kaya dan Kompas.
Saat Ramadan, mie celor berpindah jam. Ia menjadi salah satu hidangan berbuka yang paling dicari; seorang pedagang yang diwawancarai Kompas TV menyebut penjualannya hampir dua kali lipat selama bulan puasa (Kompas TV).
Asal-usul: perpaduan dua dapur
Kapan dan siapa yang pertama kali membuat mie celor tidak diketahui pasti. Indonesia Kaya menyebutnya perpaduan cita rasa Melayu dan Tionghoa. Kesimpulan serupa datang dari kajian gastronomi mie celor yang terbit di jurnal Pendas pada 2025. Penelitinya mewawancarai sembilan informan dan menyimpulkan bahwa mie celor lahir dari akulturasi Melayu dan Tionghoa, serta bahwa upaya pelestariannya belum dilakukan secara formal.
Jejak percampuran itu bisa dibaca di mangkuknya, walau ini tafsiran dan bukan temuan kajian tersebut: mi kuning berbahan gandum lazim dalam dapur Tionghoa, sedangkan kuah santan berkaldu udang dekat dengan dapur Melayu di kota sungai.

Kedai yang disebut pelopor
Nama yang paling sering dikaitkan dengan sejarah mie celor adalah Mie Celor 26 Ilir H.M. Syafei Z. Banyak media menyebutnya sebagai pelopor atau kedai mie celor tertua di Palembang.
Tahun berdirinya berbeda menurut sumber. Saida, putri sang pendiri, menyebut 1950, dan menurutnya kedai itu awalnya berjualan di Jalan Mujahidin (Tribun Sumsel Wiki). RRI dan Beritasatu menyebut 1953 (RRI). Selisih tiga tahun itu belum bisa diselesaikan tanpa dokumen usaha, tetapi keduanya menempatkan mie celor sebagai hidangan yang sudah dijual di Palembang sejak awal 1950-an. Kini kedai itu dikelola generasi ketiga.
Cerita yang perlu diluruskan
“Celor” dari kata “telur”. Keliru. Celor berarti dicelup-celupkan, sesuai cara mi dimasak.
Dibawa imigran Tionghoa pada abad ke-17. Klaim ini beredar di blog tanpa sumber sejarah. Belum ada bukti yang mendukungnya.
Mie celor harus bersantan. Versi klasiknya memang bersantan. Ada resep rumahan tanpa santan, tetapi itu variasi modern.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti mie celor? Celor dalam bahasa Palembang berarti dicelup-celupkan. Mi dan tauge dicelup berulang kali ke kuah mendidih sampai matang.
Apa isi mie celor? Mi kuning, tauge, telur rebus, dan kuah santan kental berkaldu ebi atau udang, ditaburi kucai atau bawang goreng.
Kapan biasanya mie celor dimakan? Sebagai sarapan, dan saat Ramadan sebagai hidangan berbuka.
Apakah mie celor sudah menjadi warisan budaya takbenda? Redaksi belum menemukan penetapan mie celor sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Mie celor membuktikan bahwa kuliner Palembang tidak selalu soal ikan dan cuko. Setelah semangkuk mie celor di pagi hari, lanjutkan penjelajahan dengan martabak HAR, martabak yang direndam kuah kari, atau tekwan, kuah udang dengan bola ikan yang lembut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa disebut mie celor?
Bukan karena terbuat dari telur, melainkan dari bahasa Palembang “celor” yang berarti dicelup-celupkan, sebagaimana dicatat Tempo. Nama ini merekam cara membuat mie, yaitu mi kuning yang dicelup berulang kali ke dalam kuah mendidih hingga matang.
Apa ciri kuah dan isi mie celor?
Kuahnya berupa santan kental bercampur kaldu ebi atau udang, diberi tepung kanji agar mengental, dan isinya bisa meliputi tauge, udang, suwiran ayam, serta telur rebus di atasnya. Hidangan ini gurih, sedikit manis, dan cukup mengenyangkan.
Kapan mie celor biasanya dimakan?
Mie celor dikenal sebagai menu sarapan warga Palembang menurut Indonesia Kaya dan Kompas. Saat Ramadan, hidangan ini justru paling dicari untuk berbuka, dengan penjualan yang disebut hampir dua kali lipat pada bulan puasa.
Bagaimana asal-usul mie celor?
Waktu dan siapa pencipta pertamanya tidak diketahui pasti. Indonesia Kaya serta kajian yang terbit di jurnal Pendas pada 2025 menyimpulkan mie celor lahir dari perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa, meski upaya pelestariannya belum dilakukan secara formal.


