Gedung Kantor Pos Merdeka berdiri di Jalan Merdeka sejak 1928. Bangunan ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda dengan atap kubah yang mirip dengan kantor pos dan telekomunikasi di kota-kota lain di Nusantara. Tapi yang membuatnya berbeda: gedung ini pernah menjadi rebutan antara Belanda dan Jepang.
Hari ini, gedung ini masih berdiri kokoh di Jalan Merdeka, menjadi saksi bisu perubahan teknologi komunikasi dari surat, telegram, hingga telepon. Dulu satu atap untuk pos, telegram, dan telepon — kini menjadi kantor pos modern.

Dari surat ke telegram
Kantor pos pertama di Nusantara didirikan pada 1746 oleh Gubernur Jenderal G.W. Baron Van Imhoff di Batavia. Tujuannya sederhana: menjamin keamanan surat pos. Di Palembang, kantor pos baru dibangun pada 1928, saat kota sudah menjadi pusat administrasi kolonial di Sumatera.
Pada awal pendiriannya, gedung ini menjadi pelayanan satu atap: pos, telegram, dan telepon dalam satu kantor. Bentuk atap kubahnya tidak sembarangan — itu adalah ciri khas gedung pos dan telekomunikasi pada masa itu, yang bisa ditemukan di berbagai kota di Hindia Belanda.
Rebutan Belanda dan Jepang
Saat tentara Jepang masuk ke Sumatera pada 1942, organisasi Pos Telegrap dan Telepon (PTT) dibentuk dan dipusatkan di Singapura dengan nama Shonan (Ghunseikanbu). Kantor Pos Merdeka menjadi bagian dari jaringan ini.
Tapi ketika Belanda kembali berusaha merebut kembali kekuasaan dari Jepang, mereka tidak ragu menghancurkan semua peralatan di Kantor Pos. Perang merebut organisasi PTT terjadi tepat di gedung yang kini kita lihat ini.
Fun fact: gedung kembar di sebelahnya
Kalau diperhatikan, Gedung Kantor Pos Merdeka memiliki kemiripan dengan bangunan di sebelahnya — Gedung Telkom. Keduanya sama-sama peninggalan kolonial dengan atap kubah, dibangun pada masa yang hampir bersamaan. Dulu memang dirancang untuk saling melengkapi sebagai pusat komunikasi.
Dari pos ke era digital
Setelah Indonesia merdeka, sesuai Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 1966, Kementerian Pos dan Telekomunikasi diubah menjadi Departemen Pos dan Telekomunikasi. Gedung ini tetap berfungsi sebagai kantor pos, meski fungsinya kini jauh berbeda dari zaman surat dan telegram.
Kantor Pos Merdeka hari ini
Saat ini, Gedung Kantor Pos Merdeka masih berdiri di Jalan Merdeka, di antara Balai Kota dan Benteng Kuto Besak. Bangunan ini adalah pengingat bahwa komunikasi dulu ditulis di atas kertas, dikirim melalui pos, dan menunggu berhari-hari. Baca juga kisah Jalan Merdeka dan Jalan Sekanak.


