Monpera: Monumen Berbentuk Melati untuk Lima Hari Lima Malam

TempatDiperbarui

Monumen sekaligus museum perjuangan di jantung Palembang, dibangun untuk mengenang Pertempuran Lima Hari Lima Malam pada Januari 1947. Bentuknya bunga melati berkelopak lima.

Monpera Palembang

Monumen ini dibangun dengan angka-angka Proklamasi. Menurut detikSumbagsel, tingginya 17 meter, lantainya 8, dan jalurnya 45: 17-8-45. Dari atas, bentuknya menyerupai bunga melati dengan lima kelopak. Setiap kelopak mewakili satu keresidenan di Sumatera bagian selatan: Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Monumen Perjuangan Rakyat, atau Monpera, berdiri di jantung kota, beberapa langkah dari Masjid Agung. Yang dikenangnya adalah pertempuran besar di Palembang pada masa revolusi kemerdekaan.

Lima hari lima malam

Pada 1 sampai 5 Januari 1947, pejuang Republik dan rakyat Palembang bertempur melawan pasukan Belanda di dalam kota. Peristiwa itu dikenal sebagai Pertempuran Lima Hari Lima Malam (Wikipedia). Monpera dibangun untuk mengenangnya.

Peletakan batu pertama disebut berlangsung pada 17 Agustus 1975, walau ada sumber yang menyebut pembangunan baru dimulai pada 1980. Monumen ini diresmikan pada 23 Februari 1988 (GIWANG Pemprov Sumsel; Indonesia Travel).

Monumen Lima Hari Lima Malam
Monumen Lima Hari Lima Malam. Foto: Cendy00 / Wikimedia Commons, CC BY 4.0.

Isi museum

Monpera terdaftar sebagai museum khusus. Menurut data penelitian yang dikutip detikSumbagsel, koleksinya mencakup:

  • sekitar 178 foto perjuangan;
  • senjata rampasan dan pistol;
  • mata uang dari tiga masa: VOC, pendudukan Jepang, dan Republik;
  • ratusan buku;
  • seragam militer dan lukisan perang;
  • tujuh patung pejuang Sumatera Selatan.

Ada pula ruang pahlawan, relief masa sebelum kemerdekaan, dan patung garuda besar. Di halamannya terdapat sebuah tank yang dipindahkan ke sini saat penataan kota menjelang SEA Games 2011 (CNN Indonesia).

Naik ke atap

Hal yang jarang diketahui pendatang: bagian atas bangunan bisa dinaiki untuk melihat kota (GNFI). Dari atas, pengunjung bisa memandang kawasan pusat kota di sekitar Ampera.

Jembatan Ampera di malam hari dengan pantulan cahaya di Sungai Musi
Monpera dan Jembatan Ampera. Foto: Yogwi21 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Tips berkunjung

Monpera paling mudah dicapai dengan LRT. Turun di Stasiun Ampera, lalu berjalan kaki. Monpera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Masjid Agung, dan Pelataran Benteng Kuto Besak bisa dikunjungi dalam satu putaran jalan kaki.

Soal tiket, sumber berbeda. GIWANG mencantumkan tarif Rp5.000 untuk umum, sedangkan detikSumbagsel pada awal 2026 menyebut tidak ada tiket khusus dan pengunjung dianjurkan memberi sumbangan. Bawalah uang tunai kecil untuk berjaga-jaga.

Angka yang berbeda-beda

Tinggi bangunan. 17 meter menurut detik, sesuai simbol 17-8-45. GNFI menyebut 43 meter dengan enam pilar. Bisa jadi keduanya mengukur bagian yang berbeda.

Tahun mulai dibangun. 1975 menurut GIWANG dan detik, 1980 menurut Indonesia Travel.

Pertanyaan yang sering diajukan

Monpera dibangun untuk mengenang apa? Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang, 1 sampai 5 Januari 1947.

Kapan Monpera diresmikan? Pada 23 Februari 1988.

Apa arti bentuk melati lima kelopak? Lima keresidenan Sumatera bagian selatan: Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Berapa harga tiket Monpera? GIWANG mencantumkan Rp5.000 untuk umum. detikSumbagsel (awal 2026) menyebut tidak ada tiket khusus dan pengunjung memberi sumbangan sukarela.

Monpera menutup kisah panjang perlawanan di kota ini, yang sudah dimulai jauh sebelumnya oleh Sultan Mahmud Badaruddin II. Museum yang memakai namanya ada di kawasan yang sama; menurut sebuah kajian di Jurnal IPTEK ITI, destinasi di kawasan Ampera saling berjarak paling jauh sekitar 1 kilometer.

Sumber

  1. GIWANG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Monumen Perjuangan Rakyat. https://giwang.sumselprov.go.id/destination/detail/549
  2. Indonesia Travel. Monumen Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan. https://www.indonesia.travel/kr-en/destination/sumatra/south-sumatra/monumen-perjuangan-rakyat-sumatera-bagian-selatan
  3. detikSumbagsel. Wisata Monpera Palembang, Bangunan Sejarah Berbentuk Bunga Melati. https://www.detik.com/sumbagsel/wisata/d-7227110/wisata-monpera-palembang-bangunan-sejarah-berbentuk-bunga-melati
  4. detikSumbagsel (2025). 10 Museum Paling Populer di Sumsel. https://www.detik.com/sumbagsel/budaya/d-8154706/10-museum-paling-populer-di-sumsel-destinasi-menarik-mengulik-sejarah
  5. detikSumbagsel (2026). Panduan 24 Jam Wisata dan Kuliner di Palembang. https://www.detik.com/sumbagsel/wisata/d-8314989/panduan-24-jam-wisata-dan-kuliner-di-palembang
  6. Good News From Indonesia (2025). Jalan-jalan Asyik dekat Stasiun LRT Ampera. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/02/06/jalan-jalan-asyik-dekat-stasiun-lrt-ampera-wisata-sejarah-dan-kuliner-dengan-view-jembatan-ampera
  7. CNN Indonesia (2021). Tugu Perang di Palembang Terlindas Roda-roda Pembangunan. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210816115712-20-680945/tugu-perang-di-palembang-terlindas-roda-roda-pembangunan
  8. Wikipedia. Battle of Palembang (1947). https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Palembang_1947
  9. Jurnal IPTEK, Institut Teknologi Indonesia. Kajian kawasan wisata Ampera. https://jurnaliptek.iti.ac.id/index.php/jii/article/download/152/58
  10. RRI. Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang. https://rri.co.id/lain-lain/777382/monumen-perjuangan-rakyat-monpera-palembang-simbol-sejarah-dan-keindahan-kota-palembang

Cara mengutip

palembangpedia.com. (2026, 14 Oktober). Monpera: Monumen Berbentuk Melati untuk Lima Hari Lima Malam. Diakses [tanggal akses], dari https://palembangpedia.com/tempat/monpera-palembang/

Terakhir diperbarui 13 Oktober 2026. Melihat kesalahan? Laporkan ke editor.

Jelajahi juga